Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu

Manusia adalah makhluk yang hidup berkelompok dan selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Oleh karena itu manusia disebut juga sebagai makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup menyendiri dan selalu memerlukan bantuan manusia lain. Untuk mengatasi keterbatasan dalam kemampuan berorganisasi, manusia mengembangkan sistem-sistem dalam hidupnya melalui kemampuan akalnya seperti mata pencaharian, sistem perlengkapan hidup dan lain-lain. Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makluk individu, yaitu sebagai manusia perseorangan.

Individu merupakan seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku yang spesifik. Manusia sebagai makhluk individu harus dapat beradaptasi dan menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari kelompok masyarakat di lingkungannya. Agar tiap individu memiliki peran dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

Seorang individu adalah perpaduan antara faktor yang dibawa sejak lahir dengan faktor lingkungan. Faktor yang dibawa sejak lahir merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Secara fisik seseorang memiliki kesamaan ciri dari orang tuanya. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita.

Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Lingkungan dapat berupa lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya, baik lingkungan tempat tinggal maupun kondisi alam geografis. Orang yang tinggal di daerah pegunungan memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pantai.

Linkungan sosial merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Misalnya interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar. Seorang mahasiswa yang bergaul dengan temannya yang rajin belajar, memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Karakteristik yang khas dari seseorang ini disebut kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan orang lain.

Terdapat tiga aspek yang melekat pada setiap individu, yaitu aspek jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek sosial. Ketiga aspek tersebut saling memiliki keterkaitan. Sehingga apabila terjadi kegoncangan di salah satu aspek tersebut maka akan membawa akibat pada aspek lainnya.

Sebagai contoh, ada seseorang yang sebelum terkena musibah kehidupannya normal. Kemudian dia mengalami kecelakaan yang cukup parah, lalu salah satu anggota tubuhnya harus diamputasi. Kegoncangan pada aspek jasmaniah itu membawa pengaruh terhadap aspek rohaniah dan sosial. Semenjak itu dia sulit untuk menerima kenyataan dan cenderung menutup diri dari dunia luar.

Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaannya. Individu berusaha membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang ada di lingkungannya. Jadi pembentukan individu sangat tergantung pada pergaulan di lingkungan sekitarnya. Bila pergaulan tersebut rusak, maka perilaku individu juga akan ikut rusak.

Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjunjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat. Hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shoping adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.

Dan individu memiliki hubungan dengan keluarga. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma, dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.

 

Keluarga dan Masyarakat

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari sejumlah individu, kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul yang masih memiliki hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, dan saling berinteraksi satu sama lain. Keluarga terdiri dari suami, istri, anak-anak disebut juga keluarga inti, kemudian paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek. Setiap anggota keluarga menjalankan perannya masing-masing.

Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya, dan anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai penanan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. Di samping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan perannya sebagai penerus keluarga dan penerus bangsa.

Ada beberapa fungsi yang harus dijalankan keluarga, yang pertama fungsi biologis, keluarga mempunyai fungsi untuk meneruskan keturunan. Dengan hadirnya anak dalam sebuah keluarga, maka anak tersebut akan meneruskan garis keturunan orang tuanya. Orang tua selalu berusaha untuk memelihara, memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan membesarkan anak.

Keluarga berfungsi untuk mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan masa depan anak. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.

Fungsi yang berikutnya adalah fungsi sosialisasi. Keluarga harus dapat mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. Untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat, maka orang tua harus mengajarkan tentang norma-norma, aturan bergaul dan tata cara berperilaku yang baik sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Agar anak tidak menemui kendala dalam berkomunikasi dengan orang lain. Semua ini memerlukan proses yang cukup lama.

Kemudian keluarga juga berfungsi melindungi setiap anggota keluarga. Sehingga setiap anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Keluarga harus dapat melindungi dari segala ancaman fisik dan pengaruh-pengaruh buruk yang berasal dari luar. Keluarga adalah benteng untuk setiap angota-anggotanya.

Lalu keluarga sebagai fungsi ekonomi. Yaitu mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Lalu mengatur penggunaanya agar sesuai dengan kebutuhan. Bila penghasilannnya lebih besar dari pengeluaran, maka dapat ditabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang. Dengan menabung maka akan membiasakan hidup hemat.

Dan yang terakhir, keluarga berfungsi memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain dengan pemahaman agama. Agama berperan penting dalam sebuah keluarga, karena hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan di dunia dan akhirat diatur oleh agama. Sehingga anggota keluarga akan menyadari bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.

Keluarga yang diidamkan oleh setiap orang adalah keluarga harmonis. Keluarga harmonis akan membuat anggotanya tenteram, disiplin, bertanggung jawab dan terhindar dari pergaulan yang menyesatkan. Jika ada permasalahan, mereka akan kembali kepada keluarga sebagai tempat konsultasi dan pemberi solusi.

Lingkungan masyarakat dalam suatu daerah terdiri dari beberapa kepala keluarga. Setiap keluarga mempunyai peran untuk memajukan lingkungan. Kegiatan-kegiatan sosial dapat dilakukan secara bersama-sama, antara lain melakukan kegiatan kerja bakti, siskamling bergilir, karang taruna, PKK, perlombaan, dan sebagainya. Melalui kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat mempersatukan tiap-tiap keluarga.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap individu, keluarga, dan masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma, dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: